Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Siber
  • Indeks
  • News
  • Daerah
    • All
    • Jawa Timur
    • Jawa Tengah
    • Jawa Barat
    • Bali
  • Nasional
    • Advertorial
  • Hukrim
  • TV Streaming
  • iNews
    • Hukrim
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Budaya
    • TNI
    • POLRI
    • PeristiwaNews
Jatim News Info
Telusuri
Jatim News Info
Buy template blogger
Beranda Dibalik Luka: Penyelidikan Motif Penganiayaan Santri Banyuwangi di Kediri Terbongkar Dibalik Luka: Penyelidikan Motif Penganiayaan Santri Banyuwangi di Kediri Terbongkar

Dibalik Luka: Penyelidikan Motif Penganiayaan Santri Banyuwangi di Kediri Terbongkar

Jatimnews.info
Jatimnews.info
28 Feb, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Kuasa Hukum Rini Puspitasari, menjelaskan...

Jatimnews.info || Kediri Kota - Motif penganiayaan hingga mengakibatkan Bintang Balqis Maulana (14), santri asal Banyuwangi, tewas di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah Kediri terkuak. Para pelaku mengaku memukuli Bintang karena jengkel korban susah dinasehati, terutama tentang sholat berjamaah.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum keempat pelaku, Rini Puspitasari. Rini telah mendampingi para pelaku menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Kediri Kota.

“Keterangan anak-anak (para pelaku, red) mengakui memukul dan tidak niat biar Bintang sampai gimana. Itu benar-benar emosi sesaat, karena Bintang diomongi tidak manut,” ujar Rini Puspitasari, pada Rabu (28/2/2024)

Rini mengatakan, para pelaku dan korban tinggal dalam satu kamar di ponpes yang diasuh oleh Fatihunada alias Gus Fatih. Awalnya, dua pelaku mengetahui korban tidak sholat kemudian mereka menasihatinya.

“Bintang itu baru sembuh dari sakit. Kemudian beberapa hari tidak sekolah. dan tidak sholat jemaah. Mereka ini kan satu kamar. Awalnya itu yang dapat info itu AK dan AF, sepupunya. Kemudian menegur si Bintang. Ditanyai, kamu kenapa tidak sholat? Bintang jawabnya itu tidak nyambung,” ungkap pengacara yang kerap mendampingi anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

Lalu para pelaku menasehati Bintang. Mereka memerintahkan supaya korban sholat berjamaah. “Kamu sholato. Waktu diomogi itu, cuma iyo-iyo. Mungkin karena jawabannya tidak nyambung itu, sempat emosi. Kemudian dipukul dengan tangan kosong dan ditampar,” terang Rini.

Peristiwa awal itu terjadi pada Hari Rabu (21/2/2024). Keesokan harinya, pada Kamis (21/2/2024) ternyata para pelaku mendapatkan informasi apabila korban tidak sholat jemaah lagi.

Kemudian para pelaku menyuruh supaya Bintang sholat dan mandi terlebih dahulu. Korban pun bergegas ke kamar mandi. Tetapi saat keluar kamar mandi, korban dalam keadaan telanjang dan diketahui oleh salah satu pelaku.

“Keluar dari kamar mandi Bintang itu telanjang. Kemudian oleh salah satu pelaku dirangkul dan dibawa ke kamar. Kemudian diomongi lagi dan Bintang jawabannya tidak nyambung. Iya-iya gitu tok, tapi tidak dilaksanakan. Terus sempat melotot, akhirnya dipukul lagi,” jelas Rini.

Pada Kamis malam (21/2/2024) pelaku sempat mengobati luka-luka korban akibat pemukulan. Mereka juga sempat berniat untuk membawa korban ke rumah sakit. Tetapi tidak jadi.

“Kemudian hari Jumat (22/2/2024) jam 03.00 WIB si AF (sepupu korban) dibangunin. Diomongin, kok bintang tambah pucat. Lalu dibawa ke rumah sakit. Terus di rumah sakit ternyata kan meninggal,” lanjut Rini.

Pada Kamis malam (21/2/2024) pelaku sempat mengobati luka-luka korban akibat pemukulan. Mereka juga sempat berniat untuk membawa korban ke rumah sakit. Tetapi tidak jadi.

“Kemudian hari Jumat (22/2/2024) jam 03.00 WIB si AF (sepupu korban) dibangunin. Diomongin, kok bintang tambah pucat. Lalu dibawa ke rumah sakit. Terus di rumah sakit ternyata kan meninggal,” lanjut Rini.

Mengetahui Bintang meninggal dunia di Rumah Sakit Arga Husada Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, AF kembali ke pondok. Dia melapor ke pengasuh PPTQ Al-Hanifiyyah, Gus Fatih.

“Kemudian jenazahnya dibawa ke pondok, lalu dimandikan dan dikafani, dibawa ke Banyuwangi hari Jumat setelah Sholat Jumatan. Lalu di sana heboh itu dan dilaporkan ke polisi,” tambah Rini.

Pada saat di Banyuwangi, kata Rini, AF sempat ditanya oleh ibu korban dan dia berbicara apa adanya. Dia mengaku telah memukuli sepupunya tersebut.

“Saat saya dampingi dia bilang apa-adanya. Tidak bilang korban terpeleset. Saya tidak tahu kalau dia beralibi terpeleset. Tapi pada saat bersama saya di BAP itu, dia mengakui memukul,” tegas Rini.

Rini mengatakan, para pelaku merasa menyesal telah menganiaya korban dan merasa kebingungan. Bahkan, salah satu pelaku AK merasa shok, karena dia yang pertama kali memulai pemukulan terhadap korban dan tidak menduga korban sampai meninggal dunia.

“Kemarin saya tanya, ini gimana kok sampai kejadian seperti ini. Sekarang kalian gimana? Mereka merasa menyesal dan merasa bersalah. Mereka sangat terpukul. Saat ngobrol sama saya, mereka diam dan menunduk. Salah satunya itu malah sulit untuk berkata-kata, karena dia yang memulai itu,” tegas Rini.

Sebagai pengacara yang ditunjuk, Rini berjanji akan berusaha mendampingi para pelaku dengan sebaik-baiknya, agar hak-hak mereka sebagai anak yang bermasalah dengan hukum bisa terpenuhi. Diantaranya, mendampingi sejak dari proses penyidikan di Polres Kediri Kota.

Rini ingin agar proses hukum keempat pelaku bisa berjalan transparan. “Kita inginnya apa adanya. Benar-benar transparan. Kemudian anak-anak juga hak-haknya terpenuh. Mudah mudah nanti ada jalan,” pungkasnya.

Polres Kediri Kota mengamankan empat orang tersangka penganiayaan hingga tewas terhadap Bintang Balqis Maulana (14) santri asal Banyuwangi. Keempat pelaku adalah teman mondok korban di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, keempat pelaku masing-masing NN (18) siswa kelas 11 asal Sidoarjo, MA (18) siswa kelas 12 warga Kabupaten Nganjuk, AF (16) asal Denpasar, Bali, dan AK (17) warga Surabaya.

“Dari hasil koordinasi kami dengan Polresta Banyuwangi, kami melaksanakan tindak lanjut berupa Olah TKP dan pemeriksaan saksi. Minggu malam, kami amankan empat orang dan kita tetapkan tersangka, dan kita lakukan penahanan,” ujar AKBP Bramastyo Priaji, pada Senin (26/2/2024).

Masih kata Kapolres, motif para pelaku menganiaya korban hingga tewas karena salah paham. Kini pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengungkap penyebab kematian santri muda asal Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Sementara itu, Pondok pesantren di Kediri, tempat Bintang Balqis Maulana (14) santri asal Banyuwangi tewas dianiaya ternyata tak berizin. Hal ini diketahui dari hasil investigasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur di Kediri.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Mohammad As’adul Anam mengatakan, pihaknya menyayangkan kejadian kekerasan di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanafiyyah di Dusun Kemayan, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri tersebut dan ikut berbelasungkawa kepada keluarga korban.

“Bahwa TKP kejadian itu ada di Pondok Al-Hanifiyyah, bukan Pondok Al-Islahiyyah. Tapi belajar di MTs Sunan Kalijogo di Pondok Al-Islahiyyah. Keberadaan pondok pesantren tersebut belum memiliki izin pesantren,” ujar Mohammad As’adul Anam di Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, pada Selasa (27/2/2024).

Jurnalis: Bim/Djoko M

Editor: Harijono 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Posting Komentar
- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Berita Terbaru

GRIB JAYA Kediri Raya: Gelar Halal Bihalal Menyambut HUT Ke-15 Tahun, Bertema Kekuatan Akar Rumput Diperkuat

Jatimnews.info- April 19, 2026 0
GRIB JAYA Kediri Raya: Gelar Halal Bihalal Menyambut HUT Ke-15 Tahun, Bertema Kekuatan Akar Rumput Diperkuat
Doc Foto: Lokasi dan tempat acara di ID Rock Tertek Jombangan Pare Jatimnews.info || Kediri - Organisasi kemasyarakatan GRIB JAYA Kabupaten Kediri, menggelar …

Berita Populer

GERAKAN KEDIRI BERBUDAYA ASRI, Gelar Senam Pagi dan Aksi Bersih Lingkungan Bersama ASN dan Masyarakat

GERAKAN KEDIRI BERBUDAYA ASRI, Gelar Senam Pagi dan Aksi Bersih Lingkungan Bersama ASN dan Masyarakat

April 17, 2026
GRIB JAYA Kediri Raya: Gelar Halal Bihalal Menyambut HUT Ke-15 Tahun, Bertema Kekuatan Akar Rumput Diperkuat

GRIB JAYA Kediri Raya: Gelar Halal Bihalal Menyambut HUT Ke-15 Tahun, Bertema Kekuatan Akar Rumput Diperkuat

April 19, 2026
Jalani Pemeriksaan Lanjutan, Pedagang Berharap Kejari Batu Segera Ungkap Aktor Utama Dugaan Jual Beli Kios

Jalani Pemeriksaan Lanjutan, Pedagang Berharap Kejari Batu Segera Ungkap Aktor Utama Dugaan Jual Beli Kios

April 16, 2026

Editor Post

Sudah Mengantongi Rekom dari DPP PKB, Gus Mujib siap Memenangi Gelanggang Pilkada Kabupaten Pasuruan 2024

Sudah Mengantongi Rekom dari DPP PKB, Gus Mujib siap Memenangi Gelanggang Pilkada Kabupaten Pasuruan 2024

Mei 15, 2024
Polri Siap Amankan World Water Forum ke-10 di Bali

Polri Siap Amankan World Water Forum ke-10 di Bali

Mei 15, 2024
Polda Kalteng Diskusi Bersama 25 Serdik Lemhannas Bahas Strategi Dalam Menjaga Kamtibmas

Polda Kalteng Diskusi Bersama 25 Serdik Lemhannas Bahas Strategi Dalam Menjaga Kamtibmas

Mei 15, 2024

Popular Post

GERAKAN KEDIRI BERBUDAYA ASRI, Gelar Senam Pagi dan Aksi Bersih Lingkungan Bersama ASN dan Masyarakat

GERAKAN KEDIRI BERBUDAYA ASRI, Gelar Senam Pagi dan Aksi Bersih Lingkungan Bersama ASN dan Masyarakat

April 17, 2026
GRIB JAYA Kediri Raya: Gelar Halal Bihalal Menyambut HUT Ke-15 Tahun, Bertema Kekuatan Akar Rumput Diperkuat

GRIB JAYA Kediri Raya: Gelar Halal Bihalal Menyambut HUT Ke-15 Tahun, Bertema Kekuatan Akar Rumput Diperkuat

April 19, 2026
Jalani Pemeriksaan Lanjutan, Pedagang Berharap Kejari Batu Segera Ungkap Aktor Utama Dugaan Jual Beli Kios

Jalani Pemeriksaan Lanjutan, Pedagang Berharap Kejari Batu Segera Ungkap Aktor Utama Dugaan Jual Beli Kios

April 16, 2026

Populart Categoris

  • Berita10
  • Polri8
  • hukrim10
  • pemerintah61
  • tni2
Jatim News Info

About Us

JatimNews.info hadir untuk memberikan sebuah informasi di wilayah Jawa Timur dan Nasional yang bersinergi untuk membangun negeri. JatimNews.info Sebagai jembatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

Contact us: jatimnews3@gmail.com

Follow Us

2014 Jatim News .com | Team IT : Mbah Yo
  • Redaksi
  • Siber
  • Indeks
  • Contact Us