IPK (Ikatan Pemuda Kediri), Gelar Demonstrasi Buntut dari Mangkraknya Pembangunan Alun-alun Kota Kediri
Jatimnews.info || Kota Kediri - Mangkraknya "Proyek Alun - alun Kota Kediri" senilai 17,9 Miliar yang semestinya selesai akhir tahun ini, baru akan dilanjutkan tahun 2025 nanti. Hal tersebut setelah dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) memutus kontrak PT Surya Graha Utama KSO Sidoarjo, pemutusan kontrak kerja dilakukan sebagai buntut keterlambatan realisasi fisik. Jum'at, 19/07/2024.
Hal diatas membuat gerah ratusan massa IPK ( Ikatan Pemuda Kediri ), dengan menggelar demonstrasi di pemkot kota Kediri, yang menuntut kejelasan atas kelanjutan pembangunan alun-alun kota Kediri yang berimbas sangat merugikan para pedagang di sekitar alun-alun kota Kediri.
Dalam orasinya, massa IPK menuntut kejelasan serta kelanjutan pembangunan alun-alun kota Kediri, selanjutnya dalam aksi damai massa sempat terjadi kericuhan dengan aksi saling dorong pagar dengan pihak petugas kepolisian, karena pihak PJ. Wali kota Kediri tidak kunjung keluar menemui para demonstran.
Emosi massa redam, ketika pihak perwakilan pemkot kota Kediri, memberikan sinyal serta mempersilahkan masuk "Perwakilan Demonstran", untuk audensi ke kantor pemkot kota Kediri.
Berikut hasil audensi yang telah disepakati oleh pihak pemkot kota Kediri dan para perwakilan demonstran IPK :
1. Pihak pemkot kota Kediri, hari Senin ini akan menggelar rapat kembali untuk membahas kelanjutan pembangunan proyek alun-alun kota Kediri.
2. Para demonstran diperbolehkan membongkar seng pembatas / pagar proyek alun-alun kota Kediri, sebelah Utara guna kedepannya bisa di fungsikan serta ditempati para PKL untuk berjualan kembali.
Setelah mengadakan audensi dan menemukan kesepakatan, massa selanjutnya membubarkan diri dan menuju alun-alun kota Kediri, untuk membongkar seng pembatas sebelah Utara proyek alun - alun kota Kediri dengan di dampingi Satpol PP.
Jurnalis: Murianto
Editor: Harijono




Posting Komentar