Sedekah Bumi dan Pembukaan Lokasi Lingkar Jaya "Hunian Petani" Desa Satak Kecamatan Puncu Kediri
Jatimnews.info || Kediri - upacara sedekah bumi dipercaya berawal dari penyebaran agama Islam di tanah Jawa dengan media wayang kulit oleh Sunan Kalijaga. Dalam pagelaran wayang kulit tersebut diselipkan makna atau pesan-pesan tentang materi ke-Islaman yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam.
Apa yang di lakukan masyarakat kelompok tani hutan (KTH) Budi Daya Jaya Satak, yang beranggotakan 1036 petani di taman lingkar jaya, suatu perwujudan atas segala nikmat kita kepada Allah SWT. Jum'at, 19/07/2024.
"Hadir pula Muspida desa Satak, Koramil 0809/21 Puncu dan lapisan warga masyarakat sekitar desa Satak kecamatan Puncu."
Dalam acara ini, yang bertema "Sukseskan Program Ketahanan Pangan dan Makan Bergizi Gratis" dan tebar bibit lele dan ternak ayam. Apa yang dilakukan kelompok tani KTH Budi Jaya bersama Koramil 0809/21 Puncu desa Satak kecamatan Puncu, kab. Kediri, perlu kita contoh.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Eko Cahyono mengatakan kami yang kami lakukan bersama kelompok tani KTH Budidaya Jaya, adalah rasa syukur kita kepada Allah SWT, ucapnya.
Pada kesempatan hari ini kita memulai program pelepasan kawasan hutan dari negara untuk warga masyarakat.Satak, karena itu SHM-nya cuma 50 hektar jadi untuk pemukiman banyak sekali yang satu rumah 3 KK, di petak 41a ini seluas 31 hektar, sama pemerintah dijadikan lokasi PPTKH, yang rencananya akan kami buat pemukiman untuk menindaklanjuti supaya pelaksanaan pembangunan pemukiman segera di laksanakan.
"Harapan kami, setelah ada ketentuan dari (KLHK) program pelepasan tanah hutan, bertujuan ada sebagian di sini terdapat rumah kecil, sebagai "Hunian Para Pertani", kami punya sejarah riwayat hutan ini untuk pertanian kita buatkan hunian pertanian supaya adanya kehidupan pada masyarakat dari sumber kehidupan yang ada di sini."
Tujuan untuk membuat perkampungan namanya program pelepasan tanah kawasan hutan (PPTKH), untuk pemukiman beranggotakan 1036 petani, jadi untuk harapan ke depan mudah-mudahan kita do'akan bersama, agar tujuan kami terus tercapai, imbuh Eko Cahyono.
Ditempat yang sama, Ketua Grib DPC kabupaten Kediri, menyampaikan kami berharap Grib jaya memberikan warna kepada seluruh masyarakat Kediri, baik petani, pedagang dan pengusaha pada umumnya. Kita berharap apa yang di lakukan dan cita-citakan para petani di sini dan semua lapisan masyarakat baik petani pedagang maupun pengusaha, kami selalu mendukung, tuturnya.
Tidak lupa, Sekcam DPC kota Kediri, menyampaikan saya melihat di sini alamnya sungguh sangat luar biasa dan bertemu dengan Eko Cahyono dan ketua Grib DPC kabupaten Kediri Iswahyudi dan kami merasa senang dan saya selalu mensupport yang di lakukan di sini bersama para petani, pungkasnya.
Jumingan, warga hunian pemukiman petani mengatakan apa yang di lakukan kami tadi, adalah syukuran/tasyakuran yang bertepatan di bulan Suro/1 Muharram 1446 Hijriyah dan kami selaku kelompok tani mengharapkan kepada pemerintah, dengan adanya lahan ini dan pemukiman inilah bisa buat perkampungan untuk kedepannya, ucapnya singkat saat di konfirmasi awak media Jatimnews.info/JatimnewsTV.
Perlu di ingat bahwa LMDH adalah mitra kerja perhutani yang notabennya juga sebagai masyarakat desa hutan.
Jurnalis: Murianto/Hary
Editor: Harijono


.jpg)
Posting Komentar