Bupati Madiun Resmikan Pembangunan Pabrik Porang, Tekankan Prioritas Petani dan Tenaga Kerja Lokal
Jatimnews.info || Madiun – Sektor investasi di Kabupaten Madiun kembali menunjukkan tren positif. Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, secara resmi meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik pengolahan porang milik PT Fengshuo Konjac Indonesia di Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan, Rabu (4/2).
Dalam sambutannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa kehadiran pabrik ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program hilirisasi industri pemerintah pusat. Ia berharap komoditas porang tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti beras atau tepung.
"Pabrik ini harus memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian. Selain itu, saya meminta investor untuk memprioritaskan pembelian bahan baku dari petani lokal serta mendahulukan masyarakat sekitar dalam penyerapan tenaga kerja," tegas Bupati.
Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pembangunan pabrik ini diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi perekonomian daerah:
* Penyerapan Tenaga Kerja: Diperkirakan mampu merekrut 300 hingga 500 orang.
* Kepastian Harga: Menjadi solusi stabilitas harga porang yang kerap fluktuatif bagi petani lokal.
* Peningkatan PAD: Berkontribusi langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun.
Bupati juga mewanti-wanti agar PT Fengshuo Konjac Indonesia tetap patuh pada regulasi, terutama terkait perizinan lingkungan (AMDAL), guna memastikan operasional pabrik berjalan berkelanjutan.
Proses Perizinan Transparan dan Cepat
Kuasa Direksi PT Fengshuo Konjac Indonesia, Emanuel Ebenhaezer Lubis, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemudahan berinvestasi di Kabupaten Madiun. Ia menyebut proses perizinan melalui DPMPTSP berjalan cepat dan bersih dari praktik pungutan liar (pungli).
"Prosesnya sangat transparan. Kami berencana memulai konstruksi fisik pada Maret mendatang," ujar Emanuel.
Emanuel juga menyambut baik arahan Bupati terkait pemberdayaan potensi lokal. Bahkan, ia mengungkapkan potensi ekspansi lebih lanjut dari investor asal China yang tertarik menanamkan modalnya di Bumi Kampung Pesilat.
Pewarta: Sukini
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar