Bapanas Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan di Madiun Lancar, Target Tuntas 23 April
Deputi III Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyampaikan...
Jatimnews.info || Madiun – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran bantuan pangan (banpang) periode Februari–Maret di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, berjalan tanpa hambatan. Pemerintah menjamin kendala teknis, termasuk isu kenaikan harga bahan baku pengemasan, tidak akan mengganggu distribusi kepada masyarakat.
Deputi III Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa isu kenaikan harga plastik untuk karung kemasan telah diantisipasi sepenuhnya oleh negara.
"Pengadaan karung dan lain-lain sudah diperhitungkan. Karena ini program pemerintah, seluruh pengeluaran Bulog akan diganti oleh negara. Jadi tidak ada persoalan dengan kenaikan harga plastik," ujar Andriko saat meninjau penyaluran bantuan di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kamis (16/4/2026).
Andriko menambahkan bahwa program ini adalah instrumen utama pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Sejauh ini, wilayah Madiun Raya dilaporkan nihil kendala distribusi.
Pemerintah pusat kini mendorong percepatan distribusi agar tidak terjadi penumpukan jadwal pada periode berikutnya. Jika penyaluran periode Februari–Maret tuntas di bulan April, maka distribusi periode April–Mei dapat segera dilaksanakan.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyatakan optimismenya untuk menyelesaikan target lebih awal dari tenggat nasional.
"Target nasional selesai akhir Mei. Namun untuk Kabupaten Madiun, kami menargetkan sudah tuntas pada 23 April," kata Agung.
Berdasarkan data hingga Kamis (16/4), realisasi distribusi di Kabupaten Madiun telah mencapai angka 77 persen. Berikut adalah rincian logistik yang telah disalurkan:
Komoditas Realisasi Saat Ini Target Tota
Beras 1.600 Ton | 2.200 Ton |
Minyak Goreng 338.000 Liter 440.000 Liter
Agung mengimbau kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar mempergunakan bantuan ini untuk konsumsi rumah tangga dan menegaskan agar bantuan tersebut tidak disalahgunakan.
"Kami berharap bantuan ini benar-benar digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan dan tidak diperjualbelikan," pungkasnya.
Pewarta: Sukini
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar