Kedamaian Jadi Fondasi Kemajuan: Pemkab Madiun Lepas 57 Bhikkhu Thudong Menuju Borobudur
Bupati Hari Wuryanto—yang akrab disapa Mas Hari Wur—menyatakan bahwa perjalanan spiritual ini merupakan contoh nyata dari pengorbanan, keteguhan tekad, dan ikhtiar batin
Jatimnews.info || Madiun – Jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun bersama tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) resmi memberangkatkan kembali 57 bhikkhu peserta *Indonesia Walk for Peace* (IWFP) 2026, Jumat (22/5) pagi.
Pelepasan rombongan biksu lintas negara yang sedang menjalani ritual laku berjalan kaki (*Thudong*) menuju Candi Agung Borobudur, Jawa Tengah, ini dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi di halaman Pendopo Ronggo Djumeno Caruban.
Bupati Hari Wuryanto—yang akrab disapa Mas Hari Wur—menyatakan bahwa perjalanan spiritual ini merupakan contoh nyata dari pengorbanan, keteguhan tekad, dan ikhtiar batin dalam menyebarkan pesan perdamaian dunia. Kehadiran para bhikkhu di Bumi Kampung Pesilat ini dinilai membawa berkah, khususnya dalam merefleksikan nilai-nilai toleransi.
> "Tidak ada perkembangan kalau tidak ada kedamaian. Kedamaian menjadi sesuatu yang harus diwujudkan bersama, termasuk persatuan di antara semua orang meskipun berbeda agama dan aliran," ujar Hari Wuryanto.
Hari mengaku mendapatkan pesan mendalam dari para bhikkhu mengenai pentingnya menjaga kerukunan dan hidup guyub rukun di tengah perbedaan. Ia berharap momentum ini dapat membawa kedamaian di Indonesia, khususnya di Kabupaten Madiun, mengingat kedamaian adalah kunci mutlak pembangunan.
Antusiasme Warga dan Penyambutan Hangat
Sebelum diberangkatkan pada Jumat pagi, rombongan internasional ini telah tiba di wilayah Kabupaten Madiun pada Kamis (21/5) sore. Memasuki perbatasan di jalur Saradan menuju Kota Caruban, antusiasme masyarakat memuncak. Warga dari berbagai usia berdiri rapi di tepi jalan untuk memberikan dukungan moral, melambaikan tangan, memberikan salam, hingga membagikan air minum kepada para bhikkhu.
Setibanya di Pendopo Ronggo Djumeno Kamis sore, rombongan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Madiun yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sigit Budiarto bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Penyambutan dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai dan dilanjutkan dengan prosesi *blessing* (pemberkatan) oleh para bhikkhu untuk keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun.
Sekda Sigit Budiarto mengaku bangga dan terhormat karena Kabupaten Madiun terpilih menjadi salah satu tempat persinggahan resmi agenda internasional ini.
"Kehadiran fisik para biksu asal Indonesia, Thailand, Laos, dan Malaysia ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam tentang tingginya nilai toleransi di Kabupaten Madiun," kata Sigit.
### Profil dan Rute Perjalanan IWFP 2026
Misi jalan kaki lintas negara dalam rangkaian Indonesia Thudong 2026 ini dipimpin oleh Bhante Phanarin Sumetho selaku utusan khusus Kerajaan Thailand. Sebanyak 57 bhikkhu yang terlibat memiliki rentang usia 23 hingga 68 tahun, dengan rincian:
* **Thailand:** 43 bhikkhu
* **Indonesia:** 7 bhikkhu
* **Malaysia:** 3 bhikkhu
* **Laos:** 3 bhikkhu
Perjalanan suci ini telah dimulai sejak Sabtu (9/5) lalu dari Brahmavihara-Arama, Kabupaten Buleleng, Bali. Selama 20 hari masa perjalanan, para bhikkhu berjalan melintasi empat provinsi, yaitu Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Rombongan ditargetkan tiba di Candi Agung Borobudur pada 28 Mei mendatang untuk menyambut puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak pada 31 Mei 2026.
Sementara itu, Bhante Tejapuñño Mahāthera menjabarkan bahwa laku Thudong bukan sekadar menguji ketahanan fisik dengan berjalan kaki ribuan kilometer, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk mengajak semua pihak menciptakan kedamaian dari diri sendiri.
Sebelum meninggalkan Caruban menuju arah barat, Bhante Tejapuñño menitipkan pesan universal agar manusia selalu mengalahkan kebencian dengan cinta kasih, serta mengalahkan kejahatan dengan kebajikan, karena musuh utama sesungguhnya ada di dalam diri masing-masing.
Pewarta: Sukini
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar