Aksi Damai Bersama Rakyat di Mojokerto Gaungkan Dukungan terhadap Program MBG, Wakil Bupati Tegaskan Jangan Padamkan Semangat Pengusaha dan Petani Lokal
Muhammad Rizal Octavian menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis
Jatimnews.info || Mojokerto – Ribuan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Mojokerto Berdaulat menggelar kegiatan Aksi Damai Bersama Rakyat di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat secara damai, tertib, dan bermartabat sekaligus menyuarakan dukungan terhadap berbagai program kerakyatan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peserta aksi terdiri dari berbagai unsur masyarakat mulai dari petani, pedagang pasar, peternak, pelaku UMKM, relawan, pelajar, hingga sejumlah kelompok masyarakat lainnya yang menilai program MBG telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat akar rumput.
Dalam orasinya di hadapan massa aksi, Wakil Bupati Mojokerto dr.
Muhammad Rizal Octavian menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa berbagai aksi penolakan maupun demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah tidak boleh mematahkan semangat para pelaku usaha dan masyarakat yang telah terlibat dalam program tersebut.
"Program MBG merupakan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Jangan sampai keresahan yang muncul akibat beberapa aksi demonstrasi membuat semangat para pengusaha, petani, dan pelaku usaha yang terlibat menjadi berkecil hati," tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, terutama bagi sektor pertanian, peternakan, UMKM, dan tenaga kerja lokal.
Di sela-sela kegiatan, awak media juga mewawancarai Devi Firman, salah satu penanggung jawab aksi. Ia menjelaskan bahwa aksi damai tersebut lahir dari keprihatinan terhadap berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat yang dinilai tidak utuh dan cenderung menimbulkan kesalahpahaman.
"Banyak kawan-kawan kita yang merasa didiskriminasikan karena narasi yang dimunculkan sering kali sepotong-sepotong. Akibatnya masyarakat menjadi bingung mana informasi yang benar dan mana yang tidak. Korbannya adalah masyarakat sendiri karena tidak mendapatkan informasi secara utuh," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama aksi tersebut adalah membuka ruang dialog yang sehat bagi seluruh pihak, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi program MBG.
"Makanya kita harus turun ke jalan untuk membuka ruang jawab.
Setelah acara ini kami akan membuka ruang publik KDMP MBG agar narasinya utuh. Yang pro dan kontra bisa bertemu, berdiskusi, dan saling menyampaikan pandangan secara langsung. Selama ini banyak yang hanya bertemu di media sosial sehingga informasi menjadi terpotong-potong," katanya penuh semangat.
Devi Firman juga menilai bahwa keberadaan program MBG telah memberikan dampak nyata terhadap stabilitas harga hasil pertanian dan kesejahteraan petani lokal.
"Kenapa kami mendukung? Karena MBG langsung mengambil hasil dari petani, bukan melalui tengkulak. Ketika panen jeruk, sayur, atau buah naga, hasil panen tidak lagi terbuang sia-sia karena sudah ada pasar yang menyerap.
Harga menjadi lebih stabil dan petani mendapatkan manfaat langsung. Program ini harus terus dilanjutkan dan dipertanggungjawabkan pelaksanaannya," tegasnya.
Menurutnya, di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto saat ini masih terdapat sekitar 35 bangunan dapur MBG yang sedang dalam tahap pembangunan. Seluruh pembangunan tersebut melibatkan berbagai instrumen masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Sementara itu, sebelumnya tim awak media bersama sejumlah aktivis LSM juga berhasil melakukan wawancara melalui sambungan WhatsApp dengan salah satu pemilik usaha dapur MBG, S. Marlinda I.K, yang dikenal sebagai pelaku usaha properti dan perumahan.
Dalam keterangannya, Marlinda menegaskan bahwa keterlibatannya dalam program MBG bukan semata-mata karena kepentingan usaha, melainkan karena melihat manfaat besar program tersebut bagi masyarakat.
"Bukan karena saya pemilik dapur, tapi karena saya tahu pentingnya MBG untuk anak-anak. Karena saya tahu dengan MBG sektor ekonomi rakyat menengah ke bawah ikut terangkat. Buktinya banyak petani, pedagang, dan UMKM yang diuntungkan dari program ini," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan dapur MBG telah menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
"Banyak masyarakat sekitar dapur yang sebelumnya pengangguran, sekarang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap," tambahnya.
Mengenai pemberitaan yang berkembang di masyarakat, Marlinda berharap informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang dan mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.
"Mengenai pemberitaan, yang baik-baik saja. Kalau berita miring tentang MBG, banyak pihak yang dirugikan di sini," katanya.
Di lokasi kegiatan, salah satu perwakilan MBG wilayah utara, Ita, juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
"Kami berharap aspirasi bisa disampaikan dengan baik dan damai. Yang terpenting situasi tetap kondusif sehingga masyarakat yang beraktivitas sehari-hari tidak terganggu," ujarnya.
Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung, personel gabungan dari Polres Mojokerto Kota, Polres Mojokerto Kabupaten, serta jajaran TNI disiagakan di sejumlah titik strategis di sekitar kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto dan jalur yang dilalui peserta aksi.
Pengamanan dilakukan secara persuasif dan humanis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Sejumlah warga Mojokerto yang berada di sekitar lokasi turut mengapresiasi langkah pengamanan tersebut. Mereka menilai kehadiran aparat keamanan memberikan rasa nyaman sekaligus menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara demokratis sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan semangat persatuan dan dialog terbuka, Aksi Damai Bersama Rakyat di Mojokerto diharapkan menjadi sarana penyampaian aspirasi yang konstruktif, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, petani, dan seluruh elemen bangsa dalam mendukung program-program yang dinilai memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.
Jurnalis: Jerico/Johanes
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono
Narasumber: S. Marlinda I.K.



Posting Komentar