Sengkarut Mafia BBM Sapeken, Jawaban Normatif Pemilik APMS dan Angin Segar Pengusutan Polisi
Kasus ini memicu perhatian publik setelah muncul klaim bahwa lokasi penimbunan berada di dalam kawasan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di duga milik Haji Ardi (Red)
Jatimnews.info || Sumenep – Tabir gelap dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Sapeken, Sumenep, mulai menemui titik terang. Di tengah upaya pembelaan diri dari pihak-pihak yang terseret, desakan agar para "mafia" solar dan pertalite ini diseret ke hukum justru semakin menguat. Selasa, 9/06/2026.
Kasus ini memicu perhatian publik setelah muncul klaim bahwa lokasi penimbunan berada di dalam kawasan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di duga milik H. Ardi. Namun, klaim tersebut langsung dibantah dan dinilai sebagai upaya buang badan yang usang.
Aktivis Lintas Pulau, Juhari, dengan tegas menyatakan bahwa lokasi penimbunan BBM tersebut jelas-jelas berbeda titik dengan kawasan APMS yang legal. Karena itu, ia tidak heran jika pemilik APMS buru-buru mengelak dan mencuci tangan dari pusaran kasus ini.
"Jadi wajar jika pemilik APMS mengelak kalau tempat penimbunan itu miliknya. Bagi saya, itu hanya jawaban normatif untuk menyelamatkan diri," ujar Juhari kepada media.
Menurut Juhari, bantahan tersebut tidak akan menggugurkan proses hukum yang saat ini sudah mulai menggelinding panas.
Masyarakat Sapeken yang selama ini menjadi korban kelangkaan dan mahalnya BBM bersubsidi tampaknya bisa sedikit bernafas lega. Laporan resmi terkait dugaan kongkalikong ini dipastikan sudah masuk dan diproses oleh otoritas tertinggi.
- Kasus ini telah resmi bergulir di Pertamina Patra Niaga dan Ditpolair Polda Jatim.
- Progres Terkini. Pihak kepolisian saat ini tengah meminta persiapan saksi-saksi kunci guna melengkapi minimal dua alat bukti yang sah.
"Ini merupakan angin segar bagi masyarakat Sapeken. Polisi sudah meminta saksi dipersiapkan untuk dimintai keterangan sebagai petunjuk kuat," tambah Juhari optimistis.
Tidak main-main, untuk meruntuhkan tembok pertahanan para mafia BBM ini, Juhari mengaku telah menyiapkan 5 orang saksi kunci. Para saksi ini siap membeberkan bagaimana alur jahat pendistribusian BBM bersubsidi yang diduga diselewengkan oleh H. Ardi dan antek-anteknya.
"Kami sudah siapkan 5 saksi untuk membuka kedok mafia BBM bersubsidi yang selama ini sudah membuat masyarakat menderita dan jelas-jelas merugikan negara," tegas Juhari menutup pembicaraan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak H. Ardi maupun perwakilannya belum memberikan respons resmi atau klarifikasi lebih lanjut terkait tudingan miring dan proses hukum yang sedang berjalan ini.
Publik Sapeken menunggu apakah keberanian aparat penegak hukum. apakah berani menyikat habis mafia ini, atau justru membiarkan masyarakat terus gigit jari dan hidup dalam kesengsaraan di balik bayang-bayang keserakahan mafia ?
Pewarta: Juhari
Reporter: Bang Jay
Lay Out: Wulan
Editor: Hary



Posting Komentar