Lima Proyek Jembatan di Mojokerto Senilai Rp13,9 Miliar Dikebut, PUPR Optimistis Rampung Lebih Cepat
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor pendorong percepatan pekerjaan di lapangan.(Red)
Jatimnews.info || Mojokerto — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus menggenjot pembangunan infrastruktur melalui percepatan pengerjaan lima paket proyek jembatan dengan total anggaran lebih dari Rp13,9 miliar pada tahun anggaran berjalan. Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto tersebut ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.
Percepatan pembangunan ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial warga. Seluruh paket pekerjaan dilaporkan menunjukkan deviasi positif atau progres fisik yang melampaui rencana awal.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor pendorong percepatan pekerjaan di lapangan.
Pihaknya berupaya memaksimalkan waktu pengerjaan, terutama untuk menyelesaikan struktur bawah jembatan sebelum memasuki musim penghujan.
Dalam pelaksanaan program pembangunan tersebut, Henri Surya selaku Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto turut menjadi bagian dari jajaran bidang teknis yang menangani urusan infrastruktur jalan dan jembatan. Peran Bidang Bina Marga menjadi penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang telah ditetapkan.
Melalui koordinasi dan pengawasan teknis yang terukur, pembangunan lima paket jembatan tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengejar target waktu penyelesaian, tetapi juga menghasilkan konstruksi yang berkualitas, aman, dan memiliki daya tahan jangka panjang. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Mojokerto.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian konstruksi fondasi hingga pemasangan gelagar. Dari lima paket proyek yang berjalan, sebagian besar dilaporkan telah mencapai progres fisik di atas 80 persen dan memasuki tahapan penyelesaian pekerjaan.
Lima paket proyek jembatan yang dikerjakan
Proyek pertama adalah pembangunan Jembatan Klanting dengan nilai anggaran sekitar Rp3,1 miliar. Pekerjaan yang dilaksanakan PT Lestari Abadi Sentosa tersebut dimulai pada akhir Juni. Jembatan ini direncanakan memiliki panjang 12 meter dan lebar 7 meter dengan menggunakan konstruksi gelagar baja WF. Pengawasan proyek disebut melibatkan tim berinisial BR.
Berikutnya, pembangunan Jembatan Sumberkembar IV pada ruas Wonodadi–Jatilangkung dengan nilai anggaran Rp3 miliar. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, progres pekerjaan telah mencapai lebih dari 80 persen, dengan tim pengawas berinisial HR.
Paket ketiga adalah pelebaran Jembatan Belik senilai Rp1,6 miliar. Pekerjaan ini dilaporkan telah mencapai progres sekitar 80 persen dengan tim pelaksana berinisial ID.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Lolawang I pada ruas Pekukuhan–Ngoro memiliki nilai anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Proyek tersebut juga dilaporkan telah mencapai progres di atas 80 persen, dengan tim pengawas atau pelaksana berinisial HK.
Paket terakhir adalah pelebaran Jembatan Sajen pada ruas Pacing–Pacet dengan nilai anggaran Rp2,7 miliar. Pekerjaan yang melibatkan tim pelaksana berinisial SP itu turut menunjukkan perkembangan positif, dengan progres yang dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen.
Melihat perkembangan tersebut, Yuni optimistis seluruh proyek jembatan dapat diselesaikan lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan. Kendati demikian, percepatan pekerjaan tetap harus berjalan seiring dengan pemenuhan spesifikasi teknis dan standar mutu konstruksi.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara rutin di lokasi proyek untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Pemerintah daerah berharap hasil pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas yang baik sehingga dapat digunakan masyarakat secara aman dan berkelanjutan.
Dorong konektivitas dan pemerataan pembangunan
Pembangunan dan pelebaran lima jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar arus transportasi, mempermudah akses antardesa dan kecamatan, serta menunjang distribusi barang dan jasa. Infrastruktur yang memadai juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Mojokerto.
Paket proyek yang dinaungi Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto ini disebut telah diajukan melalui sistem pengadaan katalog elektronik (e-katalog) konstruksi.
Transparansi proses pengadaan, kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran tetap menjadi bagian penting dalam memastikan proyek memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari seberapa cepat pekerjaan diselesaikan, tetapi juga dari kualitas hasil konstruksi, ketepatan penggunaan anggaran, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Masyarakat pun diharapkan dapat segera menikmati akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan lancar setelah seluruh pekerjaan dinyatakan selesai sesuai ketentuan.
Jurnalis: Johanes
Lay Out: Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar