Kejar Target IKD 30 Persen, Dukcapil Kabupaten Madiun ‘Gaspol’ Lewat Program Leladi Sesami
Jatimnews.info || Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun terus memacu inovasi layanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui aksi jemput bola. Memanfaatkan momen akhir pekan, petugas menyapa masyarakat dalam program "Leladi Sesami (Keliling Melayani Adminduk Setiap Sabtu dan Minggu)" yang digelar di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Minggu (5/4/2026).
Program ini dirancang sebagai solusi bagi warga yang terkendala waktu pada hari kerja. Dengan armada mobil keliling, Dukcapil melayani berbagai urusan mulai dari perekaman KTP-el usia pemula (16 tahun), pembuatan KIA, akta kelahiran, akta kematian, pemutakhiran Kartu Keluarga (KK), hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Peringkat Pertama se-Jawa Timur
Kepala Bidang Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun, Sayoga, menegaskan bahwa percepatan aktivasi IKD kini menjadi prioritas utama. Per Maret 2026, capaian IKD di Kabupaten Madiun telah mencapai 20,33 persen.
"Meskipun berada di angka 20,33 persen, Kabupaten Madiun saat ini menempati peringkat pertama di Jawa Timur untuk kategori kabupaten. Namun, kami tidak boleh berpuas diri karena target nasional tahun ini dipatok 30 persen dari total wajib KTP," ujar Sayoga di sela-sela kegiatan.
Sayoga menambahkan, untuk indikator layanan lain seperti perekaman KTP-el, KIA, dan akta sipil, pihaknya telah berhasil melampaui target nasional. Fokus saat ini adalah menutup celah kekurangan pada sektor digitalisasi kependudukan.
"Pekerjaan rumah kami tinggal memacu sektor IKD. Kami optimistis pada akhir Desember nanti target 30 persen dapat tercapai atau bahkan terlampaui," tuturnya.
Layanan Inklusif dan Home Visit
Tak hanya menyasar titik keramaian pada hari Sabtu, Minggu, dan Rabu, program "Leladi Sesami" juga mengedepankan aspek inklusivitas.
Tim Dukcapil menyatakan kesiapan untuk melakukan home visit atau layanan kunjungan langsung ke rumah bagi warga lansia serta penyandang disabilitas yang memiliki hambatan mobilitas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, layanan cetak KTP rusak dan pembaruan data menjadi layanan yang paling diminati. Dewanti Putri, salah satu warga, mengapresiasi efisiensi birokrasi yang ia rasakan.
"Prosesnya sangat cepat, sekitar 15 menit selesai jika berkas lengkap. Daripada harus ke Mal Pelayanan Publik (MPP), layanan jemput bola seperti ini jauh lebih nyaman. Madiun keren, semoga terus dipertahankan," kata Dewanti yang memanfaatkan waktu libur kerjanya untuk mengurus dokumen.
Melalui semangat Leladi Sesami, Dukcapil Kabupaten Madiun berkomitmen memberikan pelayanan prima yang gratis dan transparan guna mewujudkan tertib administrasi di seluruh lapisan masyarakat.
Pewarta: Sukini
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar