Ratusan Masyarakat Tulungagung Tergabung GEMPAR Gelar Aksi Damai, Di Depan Kantor DPRD Tulungagung
Doc Foto: Massa aksi yang berjumlah ratusan orang ini tampak tertib dan membawa spanduk-spanduk berisi pesan-pesan tuntutan
Jatimnews.info || Tulungagung - Selasa, 9 Juni 2026 – Sekitar pukul 10.00 WIB hari ini, sekelompok warga yang tergabung dalam kelompok GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Tulungagung) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung kantor DPRD dan sekitar kawasan pusat kota. Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan yang dianggap belum terpenuhi oleh pihak berwenang selama ini.
Massa aksi yang berjumlah ratusan orang ini tampak tertib dan membawa spanduk-spanduk berisi pesan-pesan tuntutan. Mereka berkumpul sejak pukul 09.00 WIB, kemudian menyampaikan orasi secara bergantian di depan gedung pemerintahan dan kantor DPRD kabupaten Tulungagung. Penasihat Hukum GEMPAR, Mohammad Ababilil Mujaddidyn, menjelaskan bahwa terdapat 11 poin tuntutan yang disampaikan dalam aksi hari ini.
"Tuntutan kami mencakup berbagai aspek, mulai dari penyelesaian masalah agraria di beberapa desa, peningkatan transparansi pengelolaan anggaran daerah, hingga penanganan isu-isu infrastruktur yang selama ini terabaikan. Kami ingin pemerintah daerah segera menindaklanjuti permasalahan-permasalahan ini agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat," ujarnya saat memberikan keterangan pers.
Salah satu fokus utama tuntutan adalah terkait pelaksanaan tugas Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Desa Ngepoh Tanggunggunung, Nyawangan, Picisan Sendang, Kalitengah, dan Pucanglaban. Massa menuntut agar pemerintah segera menuntaskan sengketa tanah yang masih berlangsung dan memastikan hak-hak warga dapat terpenuhi dengan adil.
Selain itu, mereka juga menyoroti masalah serapan anggaran daerah yang dinilai masih minim pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sebelumnya. "Serapan anggaran yang baru mencapai 20 persen membuat banyak program pembangunan tidak berjalan dengan baik. Kami mendesak OPD yang terkait agar segera mempercepat penyerapan anggaran dan tidak tebang pilih dalam pelaksanaannya," tambah Ababilil.
Pihak berwenang yang menerima perwakilan massa aksi menyatakan akan menindaklanjuti semua tuntutan yang disampaikan. Penjabat Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengakui bahwa banyak permasalahan yang diangkat memang menjadi perhatian bersama. "Kami menghargai aspirasi yang disampaikan dengan cara damai ini. Pemerintah daerah terbuka untuk berdiskusi dan akan segera melakukan koordinasi untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada, asalkan tetap sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Aksi yang berlangsung tertib ini berakhir sekitar pukul 13.00 WIB tanpa terjadi keributan atau bentrokan antara massa aksi dan petugas keamanan. Massa membubarkan diri dengan harapan agar tuntutan mereka dapat segera direspon dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan telah mengamankan jalur lalu lintas di sekitar lokasi aksi agar tidak terganggu dan memastikan keamanan seluruh peserta aksi tetap terjaga dengan baik.
Pewarta: Arga
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar