Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458: Bulog Pacu Serapan Gabah Petani dan Jaga Stabilitas Pangan
Doc Foto: Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, memberikan apresiasi mendalam atas hari jadi kabupaten Madiun.(Red)
Jatimnews.info || Madiun — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 menjadi momentum krusial bagi Perum Bulog Kantor Cabang Madiun untuk mempererat kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah. Mengusung semangat “Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja”, BUMN pangan ini berkomitmen menjaga rantai pasok dan memperkokoh kedaulatan pangan di wilayah berjuluk Bumi Kampung Pesilat tersebut.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, memberikan apresiasi mendalam atas hari jadi kabupaten sekaligus menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengawal stabilitas harga pasaran serta optimalisasi penyerapan komoditas lokal.
"Bulog memegang peran sentral sebagai pilar ketahanan pangan. Melalui kemitraan yang kuat dengan Pemkab, kami terus berupaya menyediakan komoditas pangan yang ramah di kantong masyarakat, meredam gejolak harga, sekaligus memaksimalkan penyerapan hasil panen dari para petani lokal," ungkap Agung.
Sinergitas yang terbangun harmonis selama ini terbukti mendongkrak performa operasional Bulog Madiun sepanjang paruh pertama tahun ini. Berbagai program intervensi pasar, mulai dari serapan gabah hingga penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), menunjukkan capaian yang signifikan.
Merujuk pada data operasional internal Bulog, berikut rincian performa kinerja yang berhasil dibukukan:
Sektor Pengadaan: Volume penyerapan gabah dan beras dari petani lokal menembus angka 70.289 ton setara beras, atau setara dengan 90,98 persen dari target yang dipatok secara nasional.
Intervensi Beras SPHP: Guna menjamin keterjangkauan harga, sebanyak 8.743 ton beras SPHP telah digelontorkan ke masyarakat melalui jaringan pedagang eceran di pasar tradisional serta skema Gerakan Pangan Murah (GPM).
Pasokan Minyakita: Sebanyak 1.545 kiloliter Minyak Goreng Rakyat didistribusikan secara masif sebagai instrumen pengendali harga minyak goreng di pasaran.
Di lini program sosial, Bulog Madiun juga menunjukkan respons cepat dalam menuntaskan penyaluran stimulus pangan. Seluruh paket bantuan jaring pengaman sosial berhasil didistribusikan secara 100 persen sebelum batas waktu 30 Mei 2026.
Tercatat, sebanyak 5.835 ton beras bantuan serta 1.167 kiloliter minyak goreng telah disalurkan kepada 291.753 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau Penerima Bantuan Pangan (PBP). Cakupan distribusi ini menyasar tiga wilayah administratif utama, meliputi Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
Pascatuntasnya fase pertama, manajemen Bulog kini langsung mematangkan persiapan teknis logistik untuk menggulirkan program bantuan pangan beras tahap berikutnya. Distribusi lanjutan ini dijadwalkan menyasar para penerima manfaat untuk alokasi bulan Juli, Agustus, hingga September 2026.
Agung menandaskan bahwa hari jadi daerah ini merupakan stimulus bagi internal Bulog untuk terus melahirkan inovasi pelayanan. Upaya menjaga ketahanan lumbung pangan di Bumi Kampung Pesilat dipastikan akan terus berjalan konsisten demi kesejahteraan masyarakat luas.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tertinggi atas sinergi yang sangat produktif antara Bulog, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Madiun selama ini," pungkasnya.
Pewarta: Sukini
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar