Manusuk Sima dan Santunan 1.405 Anak Yatim di Tirtoyoso Park, Wujud Sinergi Lintas Generasi untuk Kediri Mapan
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa tema "Sinergi Lintas Generasi Mengalir dengan Inovasi Teguh dalam Tradisi"
Jatimnews.info || Kediri Kota – Senin ,27/7 Pemerintah Kota Kediri menggelar kegiatan Manusuk Sima dan Santunan Anak Yatim dengan mengusung tema "Sinergi Lintas Generasi Mengalir dengan Inovasi Teguh dalam Tradisi", pada Senin (27/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Tirtoyoso Park, Kota Kediri.
Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri ribuan tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus wujud kepedulian sosial Pemerintah Kota Kediri kepada anak-anak yatim.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati beserta Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin, S.STP., M.Si., jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, seluruh lurah dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Kota, Kecamatan Mojoroto, dan Kecamatan Pesantren, unsur Forkopimda dan Muspika, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.
"Pada kesempatan tersebut, sebanyak 1.405 anak yatim menerima santunan yang diserahkan secara simbolis sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan."
Rangkaian acara diawali dengan prosesi Manusuk Sima, tradisi yang memiliki makna mendalam sebagai simbol peneguhan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan komitmen menjaga warisan budaya daerah. Prosesi ini dipadukan dengan kegiatan santunan sebagai wujud harmonisasi antara pelestarian tradisi dan semangat berbagi kepada sesama.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa tema "Sinergi Lintas Generasi Mengalir dengan Inovasi Teguh dalam Tradisi" menjadi semangat untuk terus membangun Kota Kediri dengan tetap menjaga akar budaya yang diwariskan para leluhur.
Menurutnya, tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi menjadi fondasi dalam menghadirkan inovasi untuk kemajuan daerah. Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah berharap pembangunan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin, S.STP., M.Si. mengatakan bahwa santunan kepada 1.405 anak yatim merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Acara berlangsung lancar, tertib, dan penuh kehangatan.
Ribuan tamu undangan yang hadir turut menyaksikan jalannya prosesi adat dan penyerahan santunan, menjadikan kegiatan ini sebagai momentum mempererat persatuan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta melestarikan budaya lokal di Kota Kediri.
Pewarta: Suhendro
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar