Transparansi Terkubur Dalam Proyek Siluman SDN Bilis-Bilis 4
Jatimnews.info || Sumenep - Keterbukaan informasi publik tampaknya masih menjadi barang mewah dan "haram" yang dikubur bagi sebagian oknum pelaksana proyek di wilayah kepulauan. Buktinya, pembangunan gedung kelas baru di SDN Bilis-bilis 4 saat ini tengah menjadi sorotan tajam karena berjalan layaknya proyek gaib alias "siluman".
Bagaimana tidak? Hingga saat ini, tidak ada satupun papan informasi proyek yang dipasang di lokasi pembangunan. Padahal, papan nama tersebut bukan sekadar pajangan atau hiasan, melainkan syarat utama yang diwajibkan oleh undang-undang agar masyarakat tahu dari mana asal usul uangnya, berapa anggarannya, dan siapa yang mengerjakannya.
Sikap cuek dan masa bodoh dari pihak sekolah SDN Bilis-bilis 4 ini memicu kritik panas dari aktivis kepulauan, Johari. Dengan nada tinggi dan penuh kekecewaan, ia mengecam keras aksi main rahasia-rahasiaan ini.
"Anggaran pembangunan itu harus jelas! Uang yang dipakai itu uang dari pajak rakyat yang dikelola negara untuk fasilitas pendidikan anak cucu kita, bukan uang dari kantong pribadi mereka! Jadi jangan coba-coba ditutupi atau disembunyikan dari masyarakat," tegas Johari dengan nada geram.
Bukan hanya masalah papan informasi yang raib, aroma kongkalikong makin menyengat saat melihat material bangunan yang digunakan di lapangan. Proyek yang seharusnya menjadi bukti nyata kepedulian negara agar anak-anak penerus bangsa bisa belajar dengan nyaman, justru diduga kuat memakai bahan "seadanya" demi meraup keuntungan sepihak.
Johari mengungkapkan bahwa proyek tersebut nekat menggunakan pasir lokal yang dicampur dengan Pasir hitam yang hasilnya berkualitas standar yang tidak menjamin kekokohan bangunan jangka panjang.
"Bahan material tidak boleh asal-asalan menggunakan pasir lokal! Harus pakai pasir hitam full supaya bangunan sekolah ini kokoh dan tahan lama. Ini tempat belajar penerus bangsa, kalau roboh siapa yang mau bertanggung jawab?" tambah Johari.
Bobroknya pengawasan di lapangan ini membuat mata telunjuk langsung mengarah ke pucuk pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Kadisdik dinilai mandul dalam mengawasi bawahannya yang dengan berani menabrak aturan hukum demi kelancaran proyek tak berizin transparansi tersebut.
Johari meminta dengan tegas agar Kepala Dinas Pendidikan Sumenep segera turun dari kursi nyamannya dan melakukan evaluasi total ke bawah.
"Saya mohon kepada Bapak Ikhsan sebagai Kadisdik Sumenep, tolong lebih diperhatikan dan segera evaluasi kebawah.
Jangan enak-enak duduk santai jadi Kepala Dinas kalau tidak bisa mengawasi bawahannya yang sudah jelas-jelas tidak patuh aturan! Sudah tidak pakai papan informasi, materialnya pun diselundupkan pakai pasir lokal. Ini tidak bisa dibiarkan!" pungkas Johari menutup pembicaraan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah SDN Bilis-bilis 4 dan dinas terkait masih memilih bungkam, seolah-olah membenarkan bahwa transparansi di dunia pendidikan Sumenep memang sedang tidak baik-baik saja. Masyarakat kini menunggu, apakah Kadisdik berani bertindak tegas dan turun tangan, atau justru ikut menikmati "kenyamanan" di atas ketidakpatuhan ini?
Pewarta: Johari bintang
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar