Kawal Proyek Strategis, Bupati Madiun Targetkan Jembatan Klumutan Beroperasi Akhir Tahun
Jatimnews.info || Madiun – Menjelang pergantian tahun, Bupati Madiun Hari Wuryanto bergerak cepat memastikan seluruh proyek infrastruktur tuntas tepat waktu. Didampingi sejumlah jajaran, pria yang akrab disapa Mas Hari ini menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke tiga titik krusial: RSUD Caruban, SMPN 2 Mejayan, dan Jembatan Klumutan, Selasa (23/12/2025).
Dalam tinjauan tersebut, Mas Hari mengungkapkan kepuasannya terhadap progres pembangunan. Jika gedung RSUD Caruban dan SMPN 2 Mejayan sudah berdiri kokoh 100 persen, perhatian utama kini tertuju pada Jembatan Klumutan yang tengah dalam tahap finishing.
"Alhamdulillah, mayoritas proyek sudah tuntas sesuai ekspektasi. Untuk Jembatan Klumutan, saat ini pengerjaan terus dikebut. Target kita, tanggal 28 Desember nanti masyarakat sudah bisa melintas dengan nyaman," ujar Mas Hari dengan optimis.
Bagi Mas Hari, Jembatan Klumutan bukan sekadar proyek fisik, melainkan realisasi janji kepada warga. Pembangunan yang masuk dalam skema Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ini sempat terkendala medan yang sulit dan logistik material khusus.
"Ini adalah harapan masyarakat Desa Klumutan yang sudah bertahun-tahun dinantikan. Jembatan ini adalah kunci untuk memangkas jarak tempuh dan menggerakkan ekonomi warga setempat," tuturnya.
Meski memberikan apresiasi, Bupati tetap memberikan catatan kritis. Ia menyoroti kendala teknis seperti pergeseran tiang listrik yang sempat menghambat alat berat. Mas Hari meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih tajam dalam melakukan analisis risiko di masa depan.
Tak hanya soal beton dan aspal, Mas Hari juga sangat detail mengenai aspek keamanan dan estetika. Di SMPN 2 Mejayan, ia menginstruksikan pemasangan teralis tambahan pada laboratorium komputer untuk melindungi aset pendidikan. Sementara di RSUD Caruban, tata cahaya menjadi perhatian agar layanan kesehatan terasa lebih nyaman.
"Kita tidak hanya bicara fungsi, tapi juga estetika dan keamanan. Kualitasnya harus kuat, tapi keamanannya juga harus terjamin," tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, memberikan penjelasan teknis terkait progres Jembatan Klumutan yang kini mencapai 87 persen. Meski ada deviasi 17 persen akibat kendala koordinasi dengan PLN di awal proyek, DPU telah memerintahkan pihak pelaksana untuk menambah jam kerja (lembur).
Namun, aturan tetaplah aturan. Boby menegaskan bahwa pelaksana proyek kini berada dalam masa denda karena telah melewati tenggat kontrak pada 17 Desember lalu.
"Sesuai Perpres Pengadaan Barang dan Jasa, penyedia jasa tetap dikenakan denda seperseribu dari nilai kontrak per hari. Kami berikan perpanjangan waktu maksimal 50 hari, namun denda berjalan sejak 18 Desember kemarin," jelas Boby.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan akuntabilitas dan profesionalisme dalam pembangunan daerah. Pemkab Madiun berharap, rampungnya proyek-proyek strategis ini menjadi kado akhir tahun yang manis bagi masyarakat menuju visi "Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera."
Pewarta: Sukini
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar