Petugas Gabungan Peduli Cagar Budaya, Pemkot Kediri Bersihkan Sampah Bawah Jembatan Lama
Jatimnews.info || Kediri Kota - 20 Februari 2026 Menanggapi adanya tumpukan sampah yang tersangkut di pilar Jembatan Brantas Lama, Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat melakukan pembersihan di aliran Sungai Brantas, Rabu (18/2/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian cagar budaya sekaligus mencegah potensi kerusakan konstruksi jembatan.
Petugas gabungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) diterjunkan dalam kegiatan tersebut.
Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kediri, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Kediri, Perum Jasa Tirta I, serta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan untuk menjaga kelestarian bangunan berusia 156 tahun tersebut yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
“Seperti yang kita tahu jembatan tersebut sudah masuk cagar budaya. Jadi tujuan kami untuk menjaga aset kita supaya tidak terjadi bahaya akibat sampah yang menumpuk yang bisa mempengaruhi kekuatan konstruksi jembatan,” jelasnya.
Menurut Joko, sampah yang menumpuk di bawah jembatan sebagian besar berasal dari arus sungai dari arah selatan.
Material kayu dan bambu yang terbawa arus kemudian tersangkut di pilar jembatan dan berpotensi menekan struktur bangunan jika tidak segera dibersihkan.
"Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan alat bantu besi panjang dan mesin pemotong senso."
Rencana penggunaan alat berat sempat terkendala, sehingga material sampah dipotong-potong untuk kemudian dihanyutkan dan dibersihkan di Bendungan Waru Turi, tempat alat berat disiagakan oleh PJT.
“Sebenarnya mau pakai alat besar tapi trouble, jadi PJT mengizinkan dipotong-potong dan dihanyutkan nanti di Bendungan Waru Turi akan dibersihkan karena alat besar stand by di sana,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, petugas diwajibkan mengenakan pelampung. Dua perahu karet juga disiagakan di tepi sungai guna mengantisipasi kemungkinan petugas hanyut akibat derasnya arus.
"Meski kondisi arus cukup kuat, para petugas tetap mengutamakan keselamatan dalam bekerja."
Joko berharap kegiatan ini tidak hanya menjaga kekuatan konstruksi jembatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai.
“Begitu kita bersihkan masyarakat jadi tahu budaya bersih untuk tanggap bencana muncul.
Pewarta: Suhendro
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar