Akses Kesehatan Masyarakat, Mbak Wali dan Gus Qowim Hadirkan Program Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan
Jatimnews.info || Kediri Kota - 20 Februari 2026. Pemerintah Kota Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, secara resmi melaunching Program Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan yang dapat diklaim melalui pembiayaan Pemerintah Kota Kediri. Kegiatan ini berlangsung di RSUD Kilisuci, Rabu (18/02/2026).
Melalui program ini, Pemkot Kediri memberikan kepastian pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, khususnya warga yang memenuhi kriteria desil 1–5 DTSEN.
Program ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan layanan kesehatan yang berkualitas, layak, dan terjangkau dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam launching tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Dinas Kesehatan Kota Kediri dengan RSUD Gambiran dan RSUD Kilisuci. Selain itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen dan perjanjian kerja sama antara Dinas Kesehatan dengan 10 rumah sakit, yakni RS Bhayangkara Kediri, RS TK. IV 05.07.02 Kediri, RS Baptis Kediri,
RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri, RSU Lirboyo, RSU Ratih, RSIA Nirmala, RSIA Citra Keluarga Kediri, RSIA Melinda Kediri, dan RSGM IIK Bhakti Wiyata.
Dalam sambutannya, Mbak Wali menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi dasar untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, produktif, dan berdaya saing.
Pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan seluruh masyarakat Kota Kediri mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
“Kesehatan adalah fondasi dasar untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, produktif dan berdaya saing.
Maka hari ini kita melaunching program ini sebagai bentuk komitmen pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih terdapat pelayanan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang tidak dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional maupun asuransi lainnya.
Selain itu, terdapat sejumlah diagnosa yang dibatasi dan harus dilayani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, padahal dalam kondisi tertentu masyarakat membutuhkan layanan langsung di rumah sakit.
“Tidak menutup kemungkinan masyarakat membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit untuk kondisi yang urgent. Melalui program ini, pemerintah hadir memberikan pembiayaan khusus bagi warga tidak mampu agar bisa segera mendapatkan pelayanan,” tegasnya.
Program ini juga diperkuat dengan Sistem Elektronik Jaminan Kesehatan Kota Kediri (SEHATI), yang berfungsi sebagai pendukung administrasi bagi rumah sakit mitra. Melalui sistem tersebut, rumah sakit dapat mengetahui data penerima manfaat berdasarkan desil, sehingga mekanisme pembiayaan menjadi lebih mudah, transparan, dan akuntabel.
“Nanti kita akan tahu data layanan kesehatan yang diberikan dan masyarakat ini ada di desil berapa bisa dilihat rumah sakit. Kita utamakan masyarakat yang kurang mampu.
Data-data ini akan mempermudah pemerintah dan rumah sakit tentang mekanisme pembiayaannya,” ungkapnya.
Mbak Wali juga berpesan kepada Dinas Kesehatan dan seluruh rumah sakit yang bekerja sama agar melaksanakan program ini dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
Harapannya, program ini tepat sasaran dan dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Semoga program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga terwujud Kota Kediri yang sehat serta masyarakat yang produktif dan sejahtera,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Sekda Kota Kediri M. Ferry Djatmiko, Asisten Pemerintahan dan Kesra Samsul Bahri, Plt Kepala Dinas Kesehatan Fahmi Adi, para Kepala OPD, perwakilan rumah sakit, serta tamu undangan lainnya.
Pewarta: Suhendro
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar