Stok Beras Madiun Capai 58 Ribu Ton, Bulog Jamin Keamanan Pangan Jelang Lebaran
Jatimnews.info || Madiun – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Umum Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (26/2). Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan kecukupan stok bahan pokok menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri.
Kepala Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, memastikan bahwa ketahanan stok pangan, terutama beras, dalam kondisi yang sangat aman. Berdasarkan data terbaru, Bulog Madiun saat ini menguasai cadangan beras sebanyak 58.568 ton.
Alokasi Stok untuk Kebutuhan Darurat dan SPHP
Agung menjelaskan bahwa jumlah tersebut diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat untuk beberapa bulan ke depan. Stok ini tidak hanya untuk konsumsi reguler, tetapi juga disiapkan sebagai instrumen intervensi pasar.
"Stok beras per hari ini mencapai 58.568 ton. Cadangan ini siap disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan nasional, hingga cadangan darurat untuk antisipasi bencana alam," ungkap Agung di sela-sela kegiatan sidak.
Respons Terhadap Lonjakan Permintaan
Terkait tren pasar, Bulog mencatat adanya kenaikan signifikan pada permintaan beras SPHP. Di wilayah kerja Cabang Madiun yang meliputi tiga kabupaten, rata-rata serapan pasar mencapai 100 hingga 200 ton per hari.
Guna mengantisipasi puncak konsumsi yang diprediksi terjadi pada H-14 hingga H-7 Lebaran, Bulog telah memperketat strategi distribusi.
"Fokus utama kami adalah menjaga suplai sesuai arahan Bapanas. Kami memastikan barang selalu tersedia di pasar. Khusus untuk beras SPHP dan Minyakita, kami rutin melakukan pengiriman dua kali seminggu ke tiap-tiap pasar," tambah Agung.
Sistem Jemput Bola dan Pengawasan Rantai Distribusi
Mengingat potensi lonjakan konsumsi akibat kepulangan pemudik dari wilayah Jabodetabek, Bulog Madiun menerapkan skema pemantauan aktif pada tingkat pengecer:
Komunikasi Intensif: Koordinasi berkala dengan pengecer beras SPHP dan Minyakita untuk memantau sisa stok.
Sistem Jemput Bola: Petugas lapangan melakukan verifikasi fisik di pasar. Jika stok mulai menipis, pedagang segera diarahkan untuk melakukan pemesanan ulang (re-order).
Jaminan Stabilitas: Memastikan tidak ada kekosongan barang di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Dengan cadangan melimpah dan sistem distribusi yang terukur, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying selama masa Ramadan hingga Idulfitri mendatang.
Pewarta: Sukini
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar