Proyek Bendung Wonokerto Berlanjut Bertahap Hingga 2027, Diharapkan Perkuat Sistem Irigasi Pertanian
Rois Arif Budiman saat memberikan klarifikasi kepada awak media menjelaskan bahwa pekerjaan proyek bendung tersebut dilaksanakan dalam beberapa tahap pembangunan.
Jatimnews.info || Mojokerto – Pembangunan peningkatan Bendung Wonokerto di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sistem irigasi pertanian.Proyek yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan bagian dari program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi primer dan sekunder di wilayah dengan luas area di bawah 1.000 hektare.
Pekerjaan konstruksi bendung tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.125.001.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025, dengan waktu pelaksanaan selama 160 hari kalender. Proyek ini dikerjakan oleh PT Cumi Darat Konstruksi sejak tanggal kontrak pada 4 Juli 2025.
Dalam proses pelaksanaannya, proyek tersebut sempat mengalami penyesuaian jadwal penyelesaian. Hal itu disebabkan oleh faktor alam yang mempengaruhi kondisi lapangan sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk penyelesaian pekerjaan.
Meski demikian, pihak pelaksana memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan dan akan diselesaikan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan ketentuan kontrak yang berlaku.
Rois Arif Budiman saat memberikan klarifikasi kepada awak media menjelaskan bahwa pekerjaan proyek bendung tersebut dilaksanakan dalam beberapa tahap pembangunan.
.
“Untuk tahap pertama sebenarnya targetnya selesai pada bulan Desember, namun mendapat tambahan waktu hingga Maret. Kami tetap bertanggung jawab penuh atas pekerjaan ini dan siap menanggung denda berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan bendung tersebut akan dilanjutkan dengan tahapan lanjutan dalam beberapa tahun ke depan agar konstruksi dapat berfungsi maksimal.
Pada tahun 2026, rencana pekerjaan akan difokuskan pada pemasangan konstruksi sayap kanan dan kiri bendung. Pekerjaan ini bertujuan memperkuat struktur utama bendung agar lebih stabil dan tahan terhadap tekanan aliran air.
Sementara pada tahun 2027, pembangunan akan dilanjutkan dengan pengerjaan sayap kiri tambahan serta pembangunan saluran irigasi yang akan menghubungkan bendung dengan area pertanian di sekitarnya.
Menurut Rois, seluruh rangkaian pekerjaan tersebut dilakukan untuk memastikan bendung dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya bagi para petani yang bergantung pada sistem irigasi.
“Kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat sekitar, terutama bagi warga yang memanfaatkan air irigasi dari bendung ini,” ungkapnya.
Keberadaan Bendung Wonokerto sendiri memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas sektor pertanian di Kecamatan Kutorejo. Infrastruktur irigasi yang baik akan membantu memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian secara lebih merata.
Warga sekitar juga menyambut baik pembangunan bendung tersebut. Salah satunya Candra yang berharap proyek tersebut dapat segera selesai sehingga para petani bisa merasakan manfaatnya.
“Kalau sudah selesai tentu akan sangat membantu petani di sekitar sini,” ujarnya.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan serta komitmen pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai tahapan, proyek Bendung Wonokerto diharapkan dapat menjadi salah satu penopang penting sistem irigasi pertanian di Kabupaten Mojokerto.
Jurnalis: Johanes
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar