Demi Pendidikan Anak, Warga Gedeg Gotong Royong Bangun Jembatan Penghubung
Jatimnews.info || Mojokerto – Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak mendorong masyarakat Dusun Pagerwojo, Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg untuk bergotong royong membangun jembatan penghubung antarwilayah secara mandiri dan swadaya. Sabtu, 16/05/2026.
Jembatan yang saat ini masih dalam proses pengerjaan tersebut menghubungkan wilayah timur Dusun Pagerwojo RW Jerukseger dengan wilayah barat RT 1 RW 4 Dusun Bandung Kulon, Desa Bandung.
Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan warga karena menjadi akses utama bagi anak-anak siswa Yayasan MI Nailus Sukri Desa Jerukseger untuk berangkat sekolah setiap hari.
Menurut warga, selama bertahun-tahun masyarakat harus menghadapi kondisi rawan ketika musim hujan tiba. Luapan Sungai Kedung Soro sering menghambat aktivitas warga bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah satu warga, Yudi, saat diwawancarai awak media menjelaskan bahwa meskipun kondisi sungai tampak tidak berair saat kemarau, namun saat musim penghujan air bisa meluap cukup besar.
“Kalau musim hujan air sungai bisa meluap ke selatan dan susah dibendung,” ungkapnya.
Pembangunan jembatan akhirnya dilakukan secara swadaya karena warga menilai akses tersebut sangat mendesak untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya pendidikan anak-anak.
Namun di balik semangat gotong royong tersebut, warga mengaku prihatin karena hingga kini bantuan masih sangat minim. Bahkan pihak yayasan yang setiap hari siswanya menggunakan akses tersebut disebut belum ikut berpartisipasi dalam pembangunan.
Walaupun demikian, warga tetap melanjutkan pengerjaan dengan penuh semangat dan berharap ada perhatian dari pemerintah maupun donatur luar desa.
Yudi juga menyampaikan bahwa Kepala Desa Jerukseger dan Kepala Desa Bandung telah menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan sukarela secara pribadi.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan ini dapat menjadi perhatian bersama karena bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk perjuangan warga demi keselamatan dan masa depan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.
Jurnalis: Johanes
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar