Gemetar! Kedigdayaan Haji Ardi Mulai Runtuh, Laporan Juhari Direspons Kilat oleh EGM Pertamina Patra Niaga
Juhari juga menambahkan bahwa masyarakat sudah di batas fajar kesabaran. Praktik penimbunan di luar APMS ini secara nyata telah merampas hak warga miskin yang seharusnya menikmati subsidi negara
Jatimnews.info || Sumenep - Selesai sudah masa-masa di mana pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) bisa melenggang kangkung sambil memamerkan kesombongan. Laporan beruntun yang dilayangkan oleh Juhari terkait dugaan penimbunan BBM bersubsidi kini bukan lagi sekadar gertakan sambal. Laporan tersebut resmi menjadi "bom waktu" yang siap meledak dan menghancurkan praktik curang yang selama ini menyengsarakan rakyat kecil.
Terbaru, pada Senin (18/5/2026)’. Juhari langsung menodong kepastian dari petinggi PT Pertamina Patra Niaga Regional Surabaya.
Tak tanggung-tanggung, ancaman Juhari untuk membawa kasus ini ke level tertinggi di Jakarta membuat pihak manajemen bergerak cepat.
"Saya berencana ke Jakarta, ke BPH Migas, Ibu, kalau laporan ini hanya jalan di tempat dan tidak ada tanggapan yang serius," tegas Juhari dengan nada tinggi saat mempertanyakan kelanjutan kasusnya.
Juhari juga menambahkan bahwa masyarakat sudah di batas fajar kesabaran. Praktik penimbunan di luar APMS ini secara nyata telah merampas hak warga miskin yang seharusnya menikmati subsidi negara.
Gertakan terukur Juhari rupanya langsung mendapat respons mengejutkan dari Executive General Manager (EGM) Regional Patra Niaga, Ibu Vivie. Bukannya membela diri atau memberikan janji manis khas birokrat, Ibu Vivie memberikan jawaban singkat, landai, namun sarat akan tindakan nyata. Seolah enggan banyak drama di media, ia langsung mengirimkan "pasukan" ke area konflik.
"Siang. Sudah kami teruskan di lapangan untuk ditindaklanjuti nggih, pak," jawab Vivie singkat, menunjukkan bahwa Pertamina tidak main-main dengan urusan mafia BBM.
Dengan respons kilat dari Pertamina ini, posisi H. Ardi selaku pemilik APMS kini benar-benar di ujung tanduk. Strategi "kepungan" yang dirancang Juhari berjalan mulus tanpa celah. Laporan pidana sudah mencengkeram di Polda, sementara sanksi administratif dan operasional kini membayangi dari pihak PT Pertamina Patra Niaga. Dua kekuatan besar ini bergerak selaras demi membongkar kejahatan subsidi.
Melihat laporannya direspons positif, Juhari tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya, sekaligus melempar sindiran keras bagi sang pemilik APMS yang dulu dikenal arogan.
"Kini H. Ardi sebagai pemilik APMS yang dulunya berkuasa dan sombong karena selalu meremehkan dan menuduh pemeras kepada orang seperti saya harus tahu, bukan berarti saya tidak bisa memperjuangkan keadilan untuk masyarakat," sindir Juhari tajam.
Di akhir wawancara, Juhari memberikan pesan menyayat yang langsung menusuk ke ulu hati. Ia mengingatkan bahwa kekayaan dan kekuasaan di dunia tidak akan ada artinya jika didapat dengan cara mengorbankan hak orang miskin.
"Di hadapan Tuhan, derajat manusia semua itu sama. Belajarlah menghargai orang lain dan bekerjalah sebagaimana aturan Islam. Karena semua akan sia-sia ibadah kita apabila yang kita makan adalah dari penghasilan yang Syubhat (tidak jelas halalnya/curang)," tutup Juhari dengan nada bergetar.
Kini publik Sumenep, Sapeken dan sekitarnya tinggal menunggu waktu. Apakah H. Ardi akan tetap bisa besar kepala, atau justru harus bersiap mengenakan rompi tahanan dan meratapi nasib di balik jeruji besi akibat keserakahannya sendiri? Kita kawal bersama!
Pewarta: Juhari
Reporter: Bang Jay
Lay Out: Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar