Polres Kediri Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Sawah Tugurejo, Jejak CCTV Disisir
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan melalui Kanit PPA Ipda Eko Idya Sunarwan, menyampaikan...
Jatimnews.info || Kediri – Polisi terus memburu pelaku pembuangan bayi perempuan yang ditemukan di area persawahan Dusun Baba’an, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Rekaman kamera pengawas (CCTV) dari sejumlah titik di sekitar lokasi kini menjadi salah satu fokus utama penyidikan.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan melalui Kanit PPA Ipda Eko Idya Sunarwan menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan secara terpadu oleh Unit PPA Satreskrim Polres Kediri bersama Polsek Ngasem. Jum'at, 29/05/2026.
“Sejumlah rekaman CCTV sudah kami amankan dari sekitar lokasi kejadian. Saat ini masih kami lakukan pendalaman dan analisa untuk mengarah pada pelaku,” ujarnya.
Menurut Eko, penyidik mengumpulkan rekaman dari rentang waktu sebelum hingga sesudah bayi ditemukan. Seluruh data tersebut tengah dicocokkan dengan keterangan saksi yang diperoleh di lapangan.
Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan jumlah titik CCTV yang telah diamankan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Lokasi penemuan yang berada di tengah area persawahan dengan akses permukiman terbatas membuat penyidikan tidak sederhana. Minimnya aktivitas warga di sekitar waktu kejadian turut menyulitkan proses penelusuran awal, sehingga polisi harus mengandalkan kombinasi bukti digital dan keterangan warga.
“Kami tetap melakukan pemeriksaan dari berbagai sumber, baik CCTV maupun saksi-saksi di sekitar lokasi,” kata Eko.
Selain fokus pada pengungkapan pelaku, polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan medis dan pemulihan kondisi bayi yang kini masih dalam perawatan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan bayi ke depan,” tambahnya.
Di tingkat desa, Pemerintah Desa Tugurejo ikut dilibatkan dalam proses penelusuran. Aparat desa bersama kepolisian melakukan pendataan warga, termasuk pemetaan kelompok usia produktif sebagai bagian dari upaya tracing.
Kepala Desa Tugurejo, Agung Witanto, menyebut proses penyelidikan berlangsung intensif sejak awal penemuan.
“Semalam kami bersama Reskrim melakukan lidik sampai jam dua dini hari. Sampai sekarang masih terus pengembangan,” ujarnya.
Sebelumnya, warga Dusun Baba’an digemparkan oleh penemuan bayi perempuan di tepi sawah pada Kamis (28/5) sekitar pukul 10.45 WIB. Bayi ditemukan oleh warga yang sedang mencari sisa panen jagung.
Saat ditemukan, bayi dalam kondisi tanpa pakaian dan hanya beralaskan sarung bantal, dengan tali pusar masih menempel. Kondisinya memprihatinkan, kulit kemerahan diduga akibat paparan panas matahari cukup lama.
Bayi kemudian dievakuasi ke RSUD SLG untuk mendapatkan perawatan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, bayi diduga baru dilahirkan beberapa hari sebelumnya dan sempat berada di lokasi beberapa jam sebelum ditemukan, hingga mengalami dehidrasi dan kekurangan asupan nutrisi.
Hingga kini, polisi masih menelusuri setiap petunjuk yang ada untuk mengungkap pelaku yang diduga dengan sengaja meninggalkan bayi tersebut di area persawahan.
Pewarta: Antok
Reporter: Murianto
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar