Hadiri Bersih Kelurahan Krajan, Ketua DPRD Madiun Ajak Warga Konsisten 'Uri-uri' Budaya
Doc Foto: Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi warga dan kelurahan, Lurah Krajan, Tri Santoso, memaparkan bahwa agenda Bersih Kelurahan tahun ini dikonsep secara matang
Jatimnews.info || Madiun – Pemerintah Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, terus menunjukkan komitmennya dalam merawat adat istiadat di tengah arus modernisasi. Upaya pelestarian ini dibuktikan melalui ritual tahunan Nyadran atau Bersih Kelurahan, yang mencapai puncaknya dengan khidmat pada Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, jajaran Forkopimcam Kecamatan Mejayan, Lurah Krajan Tri Santoso beserta jajaran staf, serta perwakilan dari Kelurahan Bangunsari dan Kelurahan Pandean.
Kemeriahan terlihat dari besarnya antusiasme masyarakat Krajan yang memadati lokasi. Suasana semakin semarak dengan tabuhan musik gamelan, pertunjukan Reog Ponorogo, hingga tradisi rebutan gunungan sesaji yang menjadi simbol rasa syukur warga atas berkah yang diterima.
Lurah Krajan, Tri Santoso, memaparkan bahwa agenda Bersih Kelurahan tahun ini dikonsep secara matang dalam satu rangkaian kegiatan terpadu sejak awal bulan.
"Alhamdulillah, rangkaian acara sudah dimulai sejak tanggal 1 Juli hingga hari Jumat ini sebagai hari H. Semua berjalan aman, kondusif, dan tertib berkat sinergi warga, lembaga kelurahan, serta jajaran Tiga Pilar yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas," tutur Tri, Jumat (3/7/2026).
Rangkaian Kegiatan Bersih Kelurahan Krajan 2026:
Rabu, 1 Juli 2026 (Malam): Diawali dengan pelaksanaan Malam Tirakatan.
Kamis, 2 Juli 2026: Warga bergotong royong melakukan ritual "Nguras Sendang" pada pagi hari yang dilanjutkan dengan doa bersama untuk leluhur. Pada malam harinya, digelar Istigasah bersama.
Jumat, 3 Juli 2026 (Puncak Acara): Ritual Sedekah Bumi dan kenduri dilaksanakan sejak pagi hingga siang. Setelah ibadah salat Jumat, acara diteruskan dengan pementasan seni Beksan atau Waranggono.
Tri berharap kegiatan serupa di masa mendatang dapat terlaksana lebih meriah, sekaligus menjadi momentum untuk menyambut Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Madiun.
Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi warga dan kelurahan dalam merawat kebudayaan ini. Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan tersebut mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi lokal.
"Ini adalah budaya yang harus betul-betul kita *uri-uri* (dijaga dan dilestarikan). Jangan sampai budaya yang sudah diciptakan oleh para sesepuh kita hilang begitu saja seiring dengan pergantian generasi," ujar Fery tegas.
Fery juga berharap kebudayaan di tingkat kelurahan seperti ini terus difasilitasi dengan wadah yang layak agar mampu berkembang lebih masif di tingkat kabupaten.
Terkait adanya pandangan masyarakat mengenai minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesenian lokal lain—seperti kesenian Dongkrek—Fery menekankan pentingnya peran aktif dari masyarakat itu sendiri. Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa bertumpu pada pemerintah semata.
"Masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan kehadiran pemerintah. Warga yang memiliki dan menghidupi budaya tersebut harus memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga dan melestarikannya bersama-sama, demi warisan anak cucu di generasi selanjutnya," pungkasnya.
Pewarta: Sukini
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar