Saluran Limbah Pencucian Drum di Sungai Kaliboto Dicor Permanen, Warga Kediri Menunggu Hasil Uji Lab
Kepala Desa Kaliboto, Ropingi, menjelaskan bahwa tindakan pengecoran permanen tersebut disaksikan langsung oleh pihak Kecamatan Tarokan dan kepolisian setempat
Jatimnews.info || Kediri – Pemerintah Desa Kaliboto bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri mengambil tindakan tegas dengan menutup permanen saluran pembuangan limbah usaha pencucian drum yang diduga mencemari Sungai Kaliboto (Kali Kolokoso) di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).
Penutupan saluran limbah dilakukan melalui pengecoran semen secara langsung tanpa alas. Langkah ini diambil guna mencegah pemilik usaha membuka atau memanfaatkan kembali saluran tersebut untuk membuang limbah ke aliran sungai.
Kepala Desa Kaliboto, Ropingi, menjelaskan bahwa tindakan pengecoran permanen tersebut disaksikan langsung oleh pihak Kecamatan Tarokan dan kepolisian setempat.
“Alhamdulillah, kemarin kami bersama Dinas Lingkungan Hidup bisa menyelesaikannya. Saluran pembuangan langsung kami tutup dengan dicor tanpa alas karena takut dibongkar lagi. Langkah ini disaksikan pihak kecamatan dan kepolisian. Kami ingatkan agar tidak diulangi lagi,” ujar Ropingi saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Selain pengecoran saluran, Pemerintah Desa Kaliboto juga merencanakan aksi pembersihan aliran sungai serta mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Warga Kawal Hasil Uji Laboratorium DLH
Meski saluran telah ditutup, penanganan kasus pencemaran ini belum usai bagi warga terdampak. Masyarakat kini fokus menunggu hasil uji laboratorium sampel air sungai yang tengah diperiksa oleh DLH Kabupaten Kediri untuk memastikan keberadaan bahan berbahaya seperti merkuri, amonia, atau limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Koordinator warga, Dono Utomo, mengapresiasi respons cepat dari pemdes dan DLH Kediri. Namun, ia menekankan pentingnya langkah pemulihan lingkungan jika hasil uji laboratorium membuktikan terjadinya pencemaran.
“Kami berterima kasih atas respons cepat dengan uji lab dan penutupan saluran ini. Warga ingin memastikan air Sungai Kaliboto bebas dari zat berbahaya. Jika hasil lab terbukti mencemari, kami menuntut pemilik usaha bertanggung jawab melakukan pemulihan sungai,” kata Dono.
Dono menambahkan, warga masih membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan apabila pemilik usaha menunjukkan iktikad baik untuk membersihkan sungai. Namun, jalur hukum siap ditempuh jika pemilik usaha bersikap tidak kooperatif.
“Jika mereka mau membersihkan, kami toleransi dan tidak mengambil upaya hukum. Tapi jika tidak ada iktikad baik, terpaksa kami tempuh jalur hukum karena berkas surat-suratnya sudah kami siapkan,” tegasnya.
Usaha Beroperasi Lebih dari Dua Tahun dan Diduga Sembunyikan Izin
Ketua RT 01 RW 07 Desa Kaliboto, Gito, mengungkapkan bahwa aktivitas usaha pencucian drum bekas tersebut telah berlangsung selama lebih dari dua tahun. Drum-drum bekas diangkut menggunakan truk tronton dari luar kota ke lokasi untuk dicuci sebelum dijual kembali.
Gito menyebutkan, saat awal meminta izin kepada pengurus RT setempat, pemilik usaha mengklaim lokasi tersebut akan digunakan untuk usaha palet kayu, bukan pencucian drum.
“Dulu bilangnya izin usaha palet kayu, bukan cuci drum. Awalnya ada penampungan limbah dan dampaknya hanya dirasakan beberapa rumah di sekitar lokasi,” ungkap Gito. Ia juga menambahkan bahwa pemilik usaha sempat memberikan bantuan tahunan berupa beras dan sarung saat Hari Raya kepada warga sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik usaha pencucian drum belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran lingkungan tersebut. Upaya konfirmasi langsung ke lokasi usaha belum membuahkan hasil karena pintu gerbang utama dalam keadaan terkunci rapat.
Kini masyarakat Desa Kaliboto menanti hasil pemeriksaan resmi dari DLH Kabupaten Kediri sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya terhadap keberlanjutan fungsi lingkungan Sungai Kaliboto.
Pewarta: Murianto
Lay Out: Lisya Wulan
Editor: Harijono



Posting Komentar