Mengenal Dua Sisi Gangguan Bipolar: Memahami Fase Maniak dan Fase Depresi
Perubahan energi dan mood ini bukanlah sekadar dinamika emosi biasa, melainkan kondisi klinis psikologis.(Red)
Jatimnews.info || Seseorang yang hidup dengan gangguan bipolar mengalami perubahan suasana hati (mood) yang sangat ekstrem dan fluktuatif, yaitu peralihan antara Fase Maniak dan Fase Depresi. Gangguan bipolar sendiri dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita dari berbagai kelompok usia, dan kondisi ini terjadi serta dapat terdiagnosis di berbagai lingkungan kehidupan sehari-hari seperti di rumah, tempat kerja, atau fasilitas layanan kesehatan mental.
Perubahan energi dan mood ini bukanlah sekadar dinamika emosi biasa, melainkan kondisi klinis psikologis. Kondisi ini dipicu oleh ketidakseimbangan kimiawi di dalam otak (neurotransmiter), faktor genetik atau riwayat keluarga, serta paparan stresor lingkungan yang berat atau trauma psikologis.
Kedua fase ini memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku penderitanya dengan cara yang bertolak belakang:
Fase Maniak (Mania Phase):
Onset fase ini ditandai dengan peningkatan energi secara drastis, dorongan percaya diri yang sangat tinggi, penderita tidak merasa butuh tidur, serta berbicara sangat cepat. Penderita sering kali mengambil keputusan impulsif atau berisiko tinggi tanpa memikirkan konsekuensinya.
Fase Depresi (Depressive Phase):
Setelah atau sebelum fase maniak, penderita dapat merosot ke dalam fase depresi. Di sini, terjadi penurunan energi yang drastis, muncul rasa sedih atau hampa yang mendalam, kehilangan minat pada semua aktivitas, insomnia atau terlalu banyak tidur, hingga munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup.
Untuk menangani kondisi ini, penderita membutuhkan pendampingan medis profesional secara berkelanjutan melalui kombinasi terapi psikologis (psychotherapy) dan penanganan farmakologi (obat penstabil mood yang diresepkan oleh psikiater). Dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar (support system) juga berperan penting dalam membantu penderita mengelola gejala, mengenali pemicu episode, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan stabil.
Resume: Individu/penderita gangguan bipolar (pria maupun wanita dari berbagai usia). Dapat dialami dan terdiagnosis di mana saja (rumah, lingkungan kerja, klinik/rumah sakit). Terjadi secara periodik/episodik sesuai dinamika psikologis penderita. Disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi otak, faktor genetik, serta tekanan stres/trauma. Manifestasi gejala kedua fase yang bertolak belakang (tinggi energi vs hilang energi) serta tata cara penanganannya melalui terapi, obat psikiatri, dan dukungan keluarga.
Pewarta: Harijono
Editor: Hary


Posting Komentar