Intelijen Ditpolair Polda Jatim, Bidik Penyelundupan BBM Subsidi Hingga Sapu Bersih Rokok Ilegal
Merespons perkembangan positif ini, Juhari menyatakan rasa leganya. Bagi masyarakat Sapeken, tindakan tegas dari Polda Jatim ini adalah angin segar di tengah dugaan "penindasan" ekonomi
Jatimnews.info || Sumenep – Tabir dugaan mafia yang menyengsarakan masyarakat di Kepulauan Sapeken mulai terkuak. Laporan yang dilayangkan oleh Juhari, seorang warga sekaligus pelapor, terkait dugaan penyelewengan puluhan ton Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kini menemui titik terang. Kasus ini menggelinding bak bola salju, menyeret dugaan konspirasi besar yang melibatkan oknum pengusaha hingga institusi hukum lokal.
Komunikasi intensif antara Ketua Tim Intelijen Ditpolair Polda Jatim dan Juhari pada Senin sore (18/5/2026) pukul 15.04 WIB memastikan bahwa kepolisian bergerak cepat. Laporan tersebut dinyatakan telah diverifikasi secara penuh (Fix) dan siap memasuki babak baru, yaitu pemanggilan pihak terlapor.
Langkah taktis ini diambil setelah unit intelijen khusus di bawah naungan Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolair Polda Jatim Yang dikenal sebagai Tim Intel Air melakukan investigasi senyap di wilayah perairan dan pesisir.
Tim Intel Air dilaporkan telah merampungkan serangkaian agenda krusial diantaranya yaitu
1-Penyelidikan mendalam di wilayah perairan Sapeken.
2-Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) dan pengawasan ketat.
Hasil pemetaan intelijen menunjukkan bahwa pasokan BBM subsidi yang diduga diselewengkan menyasar pulau-pulau terluar, mulai dari wilayah Celong hingga Raas.
Merespons perkembangan positif ini, Juhari menyatakan rasa leganya. Bagi masyarakat Sapeken, tindakan tegas dari Polda Jatim ini adalah angin segar di tengah dugaan "penindasan" ekonomi yang mereka rasakan akibat langkanya BBM bersubsidi.
Juhari membongkar dugaan konspirasi besar yang dilakukan oleh oknum pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) berinisial H. Ardi. Modus operandi yang dilakukan diduga sangat rapi dan terstruktur:
"H. Ardi diduga membawa solar subsidi menggunakan drum dari SPDP miliknya yang berada di Gresik Putih, Kalianget. Solar tersebut ditampung di lokasi penimbunan khusus di luar area APMS Sapeken, kemudian diselundupkan dan dijual ke luar Pulau Sapeken dengan harga yang fantastis," ungkap Juhari dengan nada tegas.
Tak hanya itu, Juhari juga menyoroti aksi reklamasi pantai sepihak yang terus dilakukan di wilayah tersebut. Menurutnya, reklamasi itu sengaja dibuat sebagai infrastruktur "jalur tikus" untuk memperlancar proses penyelundupan BBM.
Dugaan kejahatan H. Ardi ternyata tidak berhenti pada sektor migas. Berdasarkan data yang dikantongi pelapor, kapal milik pengusaha tersebut juga diduga kuat menjadi armada transportasi bagi para mafia rokok ilegal tanpa pita cukai.
Asal Barang yaitu Rokok ilegal diangkut dari daratan Sumenep menuju Kepulauan Sapeken.
Volume angkut rokok ilegal mencapai ratusan karton (kardus) siap edar.
Tarif Angkut yang diduga ongkos selundupan sebesar Rp75.000 per kardus yang masuk ke kantong pihak pengangkut.
"Para mafia rokok ini harus dibersihkan tanpa pandang bulu karena jelas-jelas merugikan negara dan mengabaikan hukum secara terang-terangan," tambah Juhari.
Kritik paling tajam dalam pusaran kasus ini mengarah pada kinerja aparat penegak hukum tingkat lokal. Juhari mempertanyakan mengapa barang-barang ilegal baik BBM selundupan maupun rokok tanpa cukai bisa beredar bebas tanpa ada tindakan nyata dari Polsek Sapeken.
Secara mengejutkan, Juhari mengaku telah memegang bukti pamungkas berupa rekaman suara dari salah satu agen rokok ilegal di wilayah tersebut.
"Saya sudah siapkan bukti rekaman dari seorang agen rokok. Di situ terungkap adanya dugaan aliran dana 'pengamanan' yang mengalir ke pihak Polsek Sapeken. Hal ini jelas sangat mencederai marwah Polri yang mengusung semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan)," cetus Juhari.
Rudal Kamikaze kini berada di tangan Ditpolair Polda Jatim. Masyarakat Sapeken menaruh harapan besar agar Polda Jatim mampu mengusut tuntas mafia BBM dan sekalian membereskan rokok ilegal ini hingga ke akar-akarnya, termasuk menindak tegas jika ada oknum aparat yang terbukti menjadi "tameng" di balik bisnis haram tersebut.
Pewarta: Juhari
Reporter: Bang Jay
Lay Out: Wulan
Editor: Hary



Posting Komentar